keujanan sepulang nonton bioskop " film Cinta sejati , Habibi -ainun "
ketika kita berjalan berdua menelusuri jalan yang basah karena
hujan yang tak henti turun , sehingga kulepaskan suiter untuk
menutuop dentik dentik hujan yang merintik jatuh ke wajahmu
yang indah kupaikan bersamaku sehingga kita berdua berada
dibalik suiter biru nan membawa manfaat untuk kita agar terus
melangkah dan melangkah menelusuri jalan yang basah .
Keujanan ketika pulang berobat dan saat ke danau
ketika berlari menelusuri jalan untuk mencari perlindungan
dari hujan yang turun nan deras dari langit ,,, meneduh di
balik pepohonan ,,, melanjutkan utuk menuruni anak tangga
yang begitu licin sehingga engkau berpegang kuat padaku ...
gandengan tangan kita yang kuat seolah takkan ada siapapun
yg bisa melepaskannya . meneruskan langkah untuk mencari
perlindungan dari derasnya hujan ,,, sehingga kuambil daun
pisang yg hijau cantik untuk melindungi kita sesampainya
di kendaraan roda dua itu ,, kupacu kencang agar bisa mencari
tempat berlindung ,, namun hanya ada 1 tempat untuk berlindung
yaitu warung yang disamping jalan ,,, terhenti sejenak untuk meneduh
dan menunggu hujan ,,, kutanyakan keadaannya yg memang dia saat
itu lagi sakit ,,, perasaan bersalahku terus membayangiku , perasaan
takutpun terus berada dipikiranku ... aku menghawatirkan dia ,,,
samaku seperti dia sekujur tubuh basah kuyup, kedinginan
menghampiri kita ,,, kita tatap hujan yang begitu kompak dengan
suara petir yang sangat keras ...kupegang tangannya
erat agar dia merasa nyaman .
keujanan ketika pulang dari sodaranya dan saat kuberangkat main futsall
berangkat kubersamanya , tapi dia turun untuk bersilaturahmi
dan entah apa lagi ,,,, kulanjutkan perjalananku sehingga
kusampai dirumah dan bersiap-siap kembali untuk pergi maen
futsall bersama temanku ,,,kujemput kembali dirinya yg memang
dia ingin pulangnya dijemput kembali bersama dia kembali setelah
beberapa saat kami terpisah ,,, cuaca mendung , angin kencang
menjadi hambatan perjalan kami,,, sehingga dentik air yang turun dari
langitpun tiba dengan derasnya ,,,kucari tempat berlindung untuk meneduh ,,,
dapatlah tempat itu ,,, sebuah kios yang belum jadi tapi bisa melindungi
kita dari badai itu ,,,, menunggu hujan agar reda sambil menghadirkan
canda tawa , sehingga waktupun terus melaju ,, dan hujan pun mulai reda ,,,
kupacu untuk melanjutkan perjalananku ... rintik hujanpun kembali hadir dan
semakin deras ,,, namun dia berpendapat untuk tetap melanjutkan perjalanan ,,,
tapi aku pun tak bisa menghentikan karena memang aku ada janji juga ,,,
rintik hujan yang terus turun ,, sehingga ku memberikan suiter hitam
kepadanya untuk sekedar melindungi kepala dan muka yang indah dari
derasnya hujan ,,, tak tega kumerasaknnya ,,, dan tubuh pun mulai kedinginan
sehingga aku memutuskan untuk meneduh sejenak di warung bubur kacang ijo
untuk sejenak meneduh dan menghilangkan rasa dingin yang melanda tubuh kita ,,,
1 mangkok bubur kacang ijo itu telah menghangatkan kita untuk melanjutkan
perjalanan kembali ,,, dan disertai redanya hujan
No comments:
Post a Comment
Terimakasih sudah komentar ^_^